BREAKING NEWS

Cari Blog Ini

Selasa, 30 Agustus 2016

Folklore dapat dibagi menjadi empat bidang studi: artefak (seperti boneka voodoo), describable dan entitas menular (tradisi lisan), budaya, dan perilaku (ritual). Daerah ini tidak berdiri sendiri, bagaimanapun, seperti yang sering item tertentu atau elemen dapat masuk ke lebih dari satu bidang ini.

Minggu, 10 Juli 2016

Balirung Sari sebagai Bangunan Cagar budaya sangat besar, meskipun telah dilakukan rehabilitasi, tetapi tidak mengalami perubahan bentuk wujud dari bangunan Balairung Sari itu sendiri sebagaimana awal pendiriannya, yakni tiang/tonggak berjumlah 36 buah. Paran-paran berjumlah dua buah dengan panjang 47 x 8 x 12 m. Kasau-kasau yakni kayu kerangka yang dipasang untuk menghubungkan para-para dan kuda-kuda. Kasau bangunan ini berjumlah 102 buah dengan ukuran panjang 6 x 12 x 6 cm yang susunannya atau bentuknya tidak sama unjung pangkalnya. Gonjong yang terdapat pada atap balairung ada 6 buah.berbentuk kerucut.

Rabu, 06 Juli 2016

Pantai Barat Sumatera salah satu kawasan perdagangan penting sejak zaman kuno. Pantai barat sumatera identik dengan jalur pelayaran dan perdadangan mulai dari zaman pra sejarah, hindu – budha, masa islam dan Kolonial Belanda. Beragam interaksi budaya  menjadikan pantai barat sumatera daerah yang kaya. Secara umum daerah-daerah yang masuk dalam kawasan pantai di kawasan Gouvernament Sumatra`s Westkust terbagi atas tiga kawasan utama. Kawasan pertama adalah kota-kota yang terdapat disekitar Kota Padang atau Padangsche Benedenlanden, antara lain Padang, Pariaman, Tiku dan Air Bangis. Kawasan kedua adalah kota-kota di kawasan utara (Noordelijke Havens) antara lain Natal, Tapanuli, Barus dan Singkel. Kawasan ketiga adalah kota-kota pantai yang terletak dibagian Selatan Kota Padang (Zuidelijke Havens) yang mencakup kawasan Bandar X hingga Indrapura (Gusti Asnan, 2007:151)
Mulai Pemerintah Kolonial Belanda kokoh di Sumatera, beiringan juga dengan perkembangan pesat kawasan Pantai barat Sumatera walaupun sejak zaman pra sejarah daerah ini sudah maju. Diakui Belanda juga berperan penting dalam mengembangkan kawanan ini menjadi pelabuhan penting di Sumatera. Kemajuan pantai barat sumtera didukung dengan adanya pelabuhan teluk bayur yang secara perdagangan meatikan pelabuah yang ada disepanjang pantai barat sumatera salah satunya Bandar X di pesisir selatan.
Teluk bayur menjadi tonggak kemajuan pantai barat sumatera masa Hindia Belanda. Kemajuan ini didukung dengan adanya kereta api sebagai sarana transportasi darat untuk mengeruk hasil sumber daya alam di pedalaman Sumatera. Pada awalnya, rencana pembangunan rel kereta api di Sumbar digunakan untuk distribusi kopi dari daerah pedalaman (Bukittinggi, Payakumbuh, Tanah Datar, Pasaman) ke Pusat perdagangan di Kota Padang. Ide ini muncul saat pemerintahan kolonial Belanda sudah mulai kokoh di Sumbar. Hal ini terlihat setelah penanda tangani Plakat Panjang tahun 1833. Teluk Bayur, kereta Api dan batu bara adalah tiga serangkai pemberi sumbangsi kemajuan pantai barat Sumatera.(Aulia Rahman, 2014 : 33).
Tiupan angin kencang yang diikuti dengan alunan gelombang besar yang merupakan bagian dari kenyataan sehari-hari alam Samudera Hindia, seakan akan menjadi salah satu alasan pembenar untuk menyatakan bahwa wilayah pantai barat Pulau Sumatera, termasuk gugusan pulau yang ada di dalamnya, bukan tempat yang ideal bagi berlangsungnya peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Berbagai kesulitan yang harus dihadapi ketika orang ingin mencapai wilayah ini, sering dijadikan dasar berpikir untuk menyatakan bahwa wilayah ini bukan tempat yang perlu didatangi dan dikembangkan sebagai salah satu pusat dalam aktivitas manusia. Cerita tentang berbagai kesulitan dan musibah yang dihadapi oleh keluarga Thomas Stamford Raffles ketika mereka tinggal di Bengkulu, semakin memperkuat citra keganasan daerah pantai barat ini, sehingga peran kesejarahannya dalam sejarah Indonesia seakan-akan dapat diabaikan begitu saja.(Bambang Purwanto, Makalah 2013 : 4)
Pentingya kawasan pantai barat sumatera di masa lalu sekarang ini hendak perlu ada sebuah sarana pembelajaran untuk menceritakan kemegahan pantai barat sumatera. Salah satunya dengan museum pantai barat sumatera .
Kenapa perlu Museum?
Sejarah panjang pantai barat Sumatera perlu didokumentasikan dan direkontruksi kembali, kontruksi 

semacam salah satu media penyampainya adalah museum. Tidak sedikit dari peninggalan dari pantai barat Sumatera yang tersapu oleh ombak, tergilas oleh pertarungan politik masa lalu dan tertuang dalam sejarah. Berbagai pergulatan politik, interaksi budaya, dan juga salah satu titik awal masuknya agama Islam ke pedalaman Sumatera.
Memang sekarang, angin pembangunan diarahkan ke pantai timur Sumatera tapi sebagai persiapan dari sirklus sejarah, pantai barat Sumatera nantinya akan mendapatkan kembali waktu jaya sebagaimana dulu. sangat banyak yang akan digali, dinformasikan dari pantai barat sumatera diantaranya akulturasi dan asimilasi kebudayaan, kearifan lokal. 




Kamis, 23 Juni 2016

Seminar Sejarah dan Kebudayaan Minangkabau di Batusangkar, Agustus 1970 mengungkap fakta tentang keberadaaan prasasti di Danau Singkarak. Prasasti ini diduga mengungkap peninggalan sejarah Minangkabau. Setelah informasi tahun 1970 tersebut belum ada penelitian lebih lanjut untuk mengungkap dan menggali informasi lebih lanjut dari tentang prasasti tersebut. Keberadaan prasasti in dilaporkan oleh Tim Research Pengumpulan Data-data Sejarah Minangkabau yang diketuai Drs. Hasan Basri. Menurut keterangan penangkap ikan, bagian tangga yang meninggi itu hanya beberapa meter di bawah air permukaan danau, dan di kiri-kanan batu bersurat tersebut terdapat gua-gua," demikian isi laporan tim yang dikutip dari makalahnya.
“Panen tiba petani desa, Memetik harapan, Bocah-bocah berlari lincah dipematang sawah, Padi menguning lambai menjuntai, Ramai dituai, Riuh berlagu lesung bertalu, Irama merdu” Potret Petani Mimpi Wereng -Iwan Fals

Minggu, 12 Juni 2016

Singkarak, mendengar nama itu berbagai gambaran yang ada dalam ingatan orang. Bagi yang menyukai pemandangan mungkin saja keindahan danau lengkap dengan atribut permainan air. Bagi yang beberapa tahun ini mengikuti tour sepeda tingkat internasional tentu mengingat Tour De Singkarak. Berbeda lagi dengan pecinta kuliner tentu akan ingat dengan aneka olahan ikan Bilih. Berbagai ingatan yang mucul ketika mendengan kata Singkarak.

Selasa, 07 Juni 2016

Balai adat koto gadang merupakan warisan kolonial belanda, pembangunan balai adat ini di pimpin oleh Dr. Gulam dengan anggotaYasin dan Balan Abdul Muzeir. Peresmiannya pada tanggal 12 November 1939. Penyerahannya kepada ninik mamak penghulu nan 24

Selasa, 17 Mei 2016

Surau saat ini hanya merujuk pada tempat peribadatan di Minangkabau.Namun pengertian Surau, langgar, musollah, dan masjid masih simpang siur namun ada titik temu bahwa semuanya berfungsi sebagai tempat ibadah agama Islam. Dalam khazanah masyarakat Minangkabau Surau saat ini telah terjadi penyempitan makna Surau hanya dipahami sebagai tempat ibadah. langgar dan musollah sebenarnya yang diartikan hanya sebagai tempat ibadah dan Surau fungsinya lebih komplit. boleh disimpulkan Surau adalah sekolah ala orang Minangkabau.
Ahli sejarawan belum sepakat tentang makna surau. Menurut  Azyumardi Azra menuliskan surau berasal dari kata Suro arinya tempat atau tempat penyembahan. Penyembahan mengarah pada peyembahan arwah nenek moyang dan dibuat di lokasi yag tinggi karena sesuai dengan system pemakaman pra sejarah bahwa tempat arwah nenek moyang berasa di tempat yang tinggi sehingg surau juga diibuat pada tempat yang tinggi. Setelah Islam masuk surau mulai ditempatkan dekat dengan pemukiman penduduk. Pada tahun 1356 sudah ada di kawasan Bukit Gombak surau sebagai tempat belajar ilmu agama, adat dan memecahkan masalah social masa Aditywarman. (Azyumardi Azra, 1999: 117)
Menurut Kroeskamp, surau secara kelembahaan telah dimulai masa Adityawarman. Kata Saruaso memiliki akar kata Surau dan aso. Saruaro biara peribadatan anak muda tahun 1386 untuk mempelajari adat yagn sacral dan agama Budha seta tempat penyelesaian agama Budha.(Kroeskamp,1931:92). Setelajh islamn masuk fungsi surau tidak berubah sama sekali namun pola pengajarannya yang berbesa yaitu agama Islam. Maka tidak jarang kita temui pola arsitektur surau masa lalu bergonjong atau bentuk punden berundak-undak seperti saat sekarang salah satu surau yang berpunden undak-undak di Surau Tuo Siguntur di Darmasraya, Surau Tuangku Pamansiangan, Surau matur hilai Pincuran gadang di Agam, Suarau Tuo di Lima Kaum tanah Datar, batang jamik dan pakandang di Pariaman.
Surau menurut para peneliti di luar Minangkabau banyak yang mengira bahwa Surau dan mesjid itu sama. Dalam kamus bahasa Indonesia surau berasal dari bahasa arab atinya tempat sujud namau dala penerpannya di minangkabau, anggapan itu sama sekali belum sepenuhnya benar dan pada prakteknya surau lebih dari sekedar tempat sujud, karena Surau di Minangkabau merupakan suatu tempat pendidik anak kemanakan di dalam suku atau kaum itu. dalam setiap suku biasanya memiliki satu Surau.
Pada masa Belanda, ketika bermunculan pendidiakn ala barat yang diterapakn oleh Beladna di Minangkabau, Surau juga menjadi embrio pendidikan pesantren dengan system asrama. Hal bentuk dari pengembangan surau sebagai sarana pendidikan. Pada akhirnya surau pendidkan surau dapat besaing dengan pendidikan barat.
Fungsi utama Surau adalah tempat berhimpunnya satu kaum atau suku di sana. Sangat jelas kita lihat ketika suatu kaum malewakan gala atau mengangkat penghulu. Untuk melewakan gala suatu kaum mereka memperhelatkan di suatu tempat yang di sebut Surau. Surau di Minangkabau selain sebagai tempat ibadah juga berfungsi sebagai tempat keputusan tertinggi dalam kaum. Memang keputusan itu melalui musyawarah juga, karena sistim Minangkabau sangat demokrasi. Keputusan adat atau kebijakan kaum diputuskan di Surau.
Surau Gadang (besar) itu bisa dipahami sebagai Mesjid dan dulunya hanya ada 1 dalam sebuah Nagari serta berfungsi juga sebagai sholat jum’at. tempat berunding masalah nagarimapun sebagai tempat persidangan. Falsafah Babalai bamusajik, dalam syarat berdiri sebuah nagari di Minangkabau itu mengacu pada Surau Gadang.
Surau kaum adalah tempat dimana fungsi Surau sebagai tempat belajar agama, belajar alur pasambahan, atau seni berunding, juga di halamannya pada malam hari digunakan untuk latihan silat, serta tempat tinggal bagi anak laki-laki yang sudah akil baliq. Surau kaum inilah pendidikan dasar seorang anak Minangkabau dimulai. kita banyak mengenal tokoh-tokoh asal Minangkabau yang sukses pendidikan dasarnya adalah pendidikan Surau terkhusus Surau kaum. Ketika pergi merantau yang pertama dicari dulu adalah Surau karena dulu setiap nagari mempunyai Surau dagang.
Arsitektur Surau di Minangkabau
Sedangkan Surau dagang atau Surau anak rantau. Surau ini diperuntukkan untuk perantau, pengembara atau orang yang datang menuntut ilmu suatu nagari, baik itu ilmu agama, adat maupun silat ataupun pegadang mingguan yang berdagang di pasar nagari atau balai. Surau dagang ini masih bisa ditemui sekarang ini disekirar komplek Surau syekh Buehanuddin di Ula'an, Pariaman. disana daerah tua atau lebih mudahnya setiap kabupaten yang ada di Umbar dan daerah yang pernah menjadi wilayah Minangkabau iitu ada suran dagang masing-masing daerah. Biasanya Surau Dagang letaknya tidak jauh dari Surau Gadang.
Selain itu, ciri khas bangunan Surau tidak mengacu pada bangunan mesjid yang dilhat sekarang ini. Jarang sekali Surau zaman dahulu memiliki kubah. Malah tren Surau zaman dulu lebih mencontoh seni arsitektur rumah gadang yaitu bergonjong. Dapat dilihat dari seperti Suarau Lubuak Bauk di batipuah Baruah di Tanah datar, Surau Syekh Burhanuddin di Ula’an di Pariaman atau Surau kayu jao di Solok. Tren bangunan yang ada masa itu adalah bangunan bergonjong dan berpanggung. Kompleksitas bagian dan fungsi Surau juga tergambar seni arsitektur bangunannya. (Rahman Van Supatra)

Selasa, 10 Mei 2016


Surau adalah tempat dimana fungsi Surau sebagai tempat belajar agama, belajar alur pasambahan, atau seni berunding, juga di halamannya pada malam hari digunakan untuk latihan silat, serta tempat tinggal bagi anak laki-laki yang sudah akil baliq. diSurau kaum inilah pendidikan dasar seorang anak Minangkabau dimulai. kita banyak mengenal tokoh-tokoh asal Minangkabau yang sukses pendidikan dasarnya adalah pendidikan Surau terkhusus Surau kaum.

Kamis, 05 Mei 2016

Arkeologi itu original, sebuah kalimat pembuka yang saya pahami bahwa nilai sebuah benda arkeologi terletak pada originalitas. Berbicara originalitas, para pemerhati, akademisi yang fokus pada benda arkeologi dihadapkan dengan pelestarian. Dalam prinsip pelestarian arkeologi, melestarikan bukan merubah bentuk, melestarikan bukan merubah nilai, bahwa menghilangkan kandungan informasi benda arkeologi.

Selasa, 03 Mei 2016

Hubertus Van Mook, sosok yang dikenal dalam sejarah Indonesia yang melahirkan garis pemisah wilayah Belanda dan Republik Indonesia di tanah Indonesia sendiri. Dia dilahirkan di semarang pada tanggal 30 mei 1894. Dia menjadi tokoh antagonis dalam sejarah perang kemerdekaan Indonesia. Saat sarapan pagi di Australia, dia terkaget mendengar Proklamasi Indonesia tahun 17 Agustus 1945.

Kamis, 24 Maret 2016

Ketika istilah “arkeologi publik” dimunculkan oleh McGimsey (1972) pada awal tahun 1970-an, pengertiannya lebih ditekankan pada usaha-usaha para arkeolog untuk merekam dan melindungi tinggalan-tinggalan arkeologis yang terancam oleh proyek-proyek pembangunan, atas nama dan bersama dukungan publik (McGimsey 1872: 5-6; lihat juga Merriman 2004a: 3; Schadla-Hall 1999: 146-147). Pandangan ini masih banyak digunakan di USA, di mana arkeologi publik dikaitkan dengan manajemen sumber daya budaya (CRM) yang dijalankan untuk kepentingan publik (Cleere 1989: 4–5; Jameson 2004: 21; McDavid dan McGhee 2010: 482; McManamon 2000: 40; White dkk. 2004). Tetapi di tempat lain, istilah ini telah menerima pemaknaan baru yang beragam (Ascherson 2006, 2010; McDavid dan McGhee 2010: 482). Sebagai contoh, sebuah jurnal yang diterbitkan pada tahun 2000 yang didedikasikan untuk subjek ini, diberi judul Public Archaeology, menyusun daftar tema berikut yang mendesak untuk segera dibahas sebagai persoalan utamanya: kebijakan-kebijakan arkeologis, pendidikan dan arkeologi, politik dan arkeologi, arkeologi dan pasar barang-barang antik, etnisitas dan arkeologi, keterlibatan publik dalam arkeologi, arkeologi dan hukum, ekonomi arkeologi, serta pariwisata budaya dan arkeologi (Public Archaeology, 2000: sampul dalam)[1]
Tinggalan arkeologi selain memiliki potensi sumberdaya arkeologi, juga potensi sebagai sumberdaya budaya yang mempunyai kedudukan sama dengan sumberdaya lain sebagai salah satu modal pokok dalam pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Kusumahartono, 1995). [2]
Pada saat ini masih terdapat beberapa perbedaan dalam mendefinisikan istilah
Arkeologi Publik. Paling tidak terdapat tiga definisi yang berbeda, yaitu:


  1. Arkeologi Publik dipersamakan dengan Contract Archaeology atau Cultural Resources Management (CRM), yaitu berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya budaya (arkeologi). Cakupannya pun kemudian menjadi cukup luas, yakni mencakup segala hal yang biasa dilakukan dalam CRM, mulai dari konservasi sampai dengan masalah hukum/perundangan.
  1. Arkeologi Publik diartikan sebagai bidang kajian yang membahas mengenai hal yang berkaiatan dengan bagaimana mempresentasikan hasil penelitian arkeologi kepada masyarakat. Cakupan kajiannya menjadi lebih sempit dibandingkan dengan yang pertama (point a), karena yang paling utama dikaji dalam pengertian ini adalah masalah publikasi hasil penelitian arkeologi. Yang dimaksud dengan publikasi bukan hanya berarti penerbitan saja, tetapi melingkupi publikasi dalam bentuk yang lain, misalnya display museum, poster, film, sosialisasi arkeologi, dan sebagainya.
  1. Arkeologi Publik didefinisikan sebagai bidang ilmu arkeologi yang khusus menyoroti interaksi arkeologi dengan publik atau masyarakat luas. Lnteraksi tersebut dapat terjadi dalam dua arch, balk dari arkeologi ke publik maupun dari publik ke arkeologi.[3]

Terdapat tiga pihak utama yang berperan dalam perkembangan arkeologi, terutama di Indonesia, yaitu pihak akademisi, pihak pemerintah, dan pihak publik atau masyarakat. Ketiganya mempunyai peran yang sangat menentukan bagi keberlangsungan arkeologi. Peran masyarakat semakin lama justru semakin meningkat, terutama akhirakhir ini pada saat mainstream pemikiran di luar arkeologi pun sangat kental dalam memperhatikan kepentingan masyarakat dalam segala hal. Lebih-Iebih dalam arkeologi dikaitkan dengan "kepemilikan" benda cagar budaya atau peninggalan arkeologis yang merupakan milik masyarakat, sehingga masyarakatlah yang dipandang paling berhak atas miliknya tersebut. Dalam paradigma pelestarian sumberdaya arkeologis pun terdapat pergeseran, dari yang dulunya hanya semata-mata memperhatikan pelestarian fisik saja bergeser pada kepedulian terhadap kebermaknaan sosial (social significance) dari tinggalan arkeologis itu sendiri. Dengan demikian keberhasilan sebuah proses pelestarian BCB ditentukan oleh apakah pelestarian tersebut mempunyai kebermaknaan sosial bagi masyarakat setempat. [4]
Upaya pengelolaan  warisan budaya di situs arkeologi pada masa sekarang, harus memperhatikan makna sosial (social significance) bagi masyarakat sekitarnya. Konsekuensi pemahaman tersebut, menuntut adanya suatu perubahan kebijakan (advokasi), mengalihposisikan penduduk di sekitar situs yang semula sebagai objek menjadi subjek.[5]



[2] Yadi Mulyadi, Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Sulaa Di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, Naskah Publikasi (Yogyakarta : Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, 2009) hlm 1
[3] Universitas Gadjah Mada 1 POKOK BAHASAN: DASAR-DASAR ARKEOLOGI PUBLIK
[4] ibid
[5] PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN SITUS ARKEOLOGI Oleh : Bambang Sulistyanto Pusat  Arkeologi Nasional  http://setjen.kemdikbud.go.id/arkenas/contents/category/article/arkeologi-publik

Senin, 21 Maret 2016

Jika di Yunani kuno penguasa laut adalah Poseidon, rasanya tidak begitu jauh dengan penguasa tinggalan sejarah bawah air di teliti oleh arkeolog bawah air. Jauh sebelum pesawat terbang menguasai udara, laut, sungai maupun lalu lintas mengandalkan air sebagai sarana transportasi. Transportasi mengandalkan air sebagai jalur. Pentingnya air zaman pra pesawat terbang tentu meninggalkan jejak sejarah. Terutama bangkai kapal tenggelam maupun tinggalan lainnya yang ada di dalam air.

Minggu, 20 Maret 2016

Sejak arkeologi baru tahun 1960-an, Laboratorium sains menjadi bagian yang terpenting dalam mengejar peristiwa masa lalu. Mulai dari analisa berbagai analisa flora, fauna, keramik dan berbagai temuan arkeologi lainnya. Masalahnya adalah bahwa sebagian besar dari kita tidak memiliki peralatan yang diperlukan atau dana untuk peralatan mahal sehingga laboratorium menjadi sesak untuk penelitian laboratorium.

Rabu, 16 Maret 2016

Pemukiman adalah sebuah sistem yang didalamnya terdapat variabel-variabel yang saling terkait. Variabel yang dimaksud diantaranya adalah lingkungan, institusi, teknologi, dan interaksi sosial. Setiap variabel tersusun atas sub-subsistem sehingga membentuk sebuah kebudayaan yang kompleks. Dalam mempelajari pola pemukiman dapat dipastikan akan menemukan gambaran tentang organisasi sosial, politik, ekonomi, dan kepercayaan. Intepretasi akurat pada lay out, ukuran luas, gaya dan tipe bangunan secara tidak langsung dapat mengidentifikasikan hubungan aspek-aspek yang tekait tersebut. Penelitian lay out dan ukuran bangunan akan meperoleh gambaran tentang susunan keluarga dan perkiraan jumlah anggota keluarga.

Sabtu, 12 Maret 2016


Ditemukannya lima situs kapal kuno yang karam di sekitar perairan Karimun jawa, Jawa Tengah, bukanlah perkara mudah. Maklum, barang yang ditemukan relatif kecil jika dibandingkan luas dan dalamnya lautan. Selain itu, teknologi yang digunakan pun masih sangat terbatas. Masih ada ratusan kapal kuno lainnya yang diperkirakan karam di  sekitar perairan Indonesia.
Social Movement adalah gerakan yang dilakukan oleh masyarakat dalam jumlah besar untuk melakukan suatu perubahan ataupun menentang perubahan. Di Indonesia, banyak terjadi sosial movement terutama pada masa orde baru yang mana mahasiswa menjadi pemeran utamanya. Pada masa Orde Baru, mahasiswa merupakan komponen masyarakat yang intelektual, jeli politik dan sinisme terhadap pemerintahan rezim Soeharto.

Selasa, 08 Maret 2016


Penemuan yang bernilai, kisah-kisah misteri, tamadun-tamadun purba dan watak-watak utama dalam filem cereka seperti Indiana Jones dan The Lost of King Solomon Mines. Gambaran-gambaran sedemikian hanyalah tokok tambah dari gambaran sebenar bidang ini. Arkeologi sebagai satu disiplin ilmiah telah berkembang lebih dari tiga abad lalu merupakan satu disiplin ilmu yang khusus dalam menyingkap masa lalu manusia dan membinanya semula untuk tatapan masa kini. Ianya berkembang dari satu hobi kepada satu disiplin ilmu yang serius dengan metodologi, teori, teknik dan teknologi yang sentiasa perubahan.

Selasa, 23 Februari 2016

Stasiun kereta api merupakan hal utama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat sekitarnya. Pelaksanaan perkeretaapian di Sumatera Barat pada awal kemerdekaan masih mengunakan fasilitas peninggalan Belanda, Indonesia pada masa itu belum mampu untuk mendatangkan faslitas berupa gerbong, penembahan jalur baru, pembuatan stasiun baru. Hal ini melihat keperluan yang ada, kereta api pada masa itu untuk  pengakutan batubara dari sawahlunto, pengakutan semen dan alat transportasi masal. Meski demikian, era 1950-an menjadi penting dengan datangnya lokomotif diesel. Pada 1957-1967 sekitar 250 lokomotif diesel beroperasi, dan menggantikan berbagai lok uap yang banyak beroperasi di lintasan utama. Di tahun 1963, DKA berubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA).

Jumat, 19 Februari 2016

Eks Kabupaten Pasaman dan juga daerah lainnya di pesisir barat Sumatera Barat pernah dikuasai oleh Kerajaan Aceh, sekaligus tercatat menjadi tempat persinggahan pedagang asing. Seorang pujangga India yang pernah singgah di daerah ini menyebutkan bahwa di Air Bangis pernah berdiri sebuah kerajaan yang aman, makmur, dan pasarnya selalu ramai baik pada siang maupun malam hari. Kerajaan tersebut memiliki hubungan yang erat dengan daerah-daerah lainnya seperti Ujung Gading, Sungai Aur, Aur Kuning, Paritbatu (Kota Baru), Kinali, dan sebagainya.
Ada banyak model yang dirumuskan dan sudah diterapkan oleh sejumlah ahli dan praktisi dalam penentuan nilai (standar acuan )penting suatu benda cagar budaya. Masing-masing model memiliki pertimbangannya sendiri dan dirumuskan sesuai dengan situasi dan kondisi di tempat model itu diterapkan (negara atau negara bagian). Berikut ini akan dikemukakan beberapa model yang mungkin dapat dipakai sebagai rujukan atau bahan pertimbangan dalam menyusun Acuan Penentuan Nilai penting Benda Cagar Budaya di Indonesia.

Selasa, 16 Februari 2016

Pekonina merupakan daerah daratan tinggi yang terletak di Kabupaten Solok Selatan kilometer 16 Jalur Muara Labuh Padang Aro. Pekonina merupakan sebuah nama yang dihadiahkan oleh Koloni Belanda semasa menjajah Indonesia. Peko berarti “Pucuk teh terbaik” dan Nina berarti “Madam NINA, istri dari seorang Tuan Besar Belanda yang memimpin Pabrik teh terbesar yang berada di Pekonina. Warga Negara Asing yang pertama kali masuk ke Pekonina adalah Jerman. Jerman kemudian membuka lahan perkebunan berupa kebun teh. Jepang masuk sekitar tahun 1927 sampai dengan 1939. Jerman membuka perkebunan teh hingga mencapai puluhan hektar. Lamase merupakan maskapai yanng dibangun oleh jerman sebagai negara pertama yang menduduki Pekonina.
Ruang Pendidikan INS Kayutanam berdiri pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada tanggal 31 Oktober 1926 oleh Mohammad Sjafei yang bernama Indonesisch Nederlansch School. Ruang Pendidik INS Kayutanam merupakan sebuah lembaga pendidikan swasta berbasis talenta yang berada di Nagari Kayutanam tepatnya Desa Palabihan, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman. Ruang Pendidik SMA INS Kayutanam tidak hanya sekedar mempersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dalam konteks pengetahuan saja, tetapi lebih mengembangkan bakat bawaan (talenta) anak didik tersebut. Bakat yang perlu dikembangkan mencakup potensi intelektual, potensi, keterampilan, dan potensi spritual atau akhlak mulia. Semua bakat ini menjadi paling utama dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan siswa, yang nantinya akan melahirkan anak didik yang tidak hanya cakap ilmu pengetahuan tetapi memiliki kemampuan keterampilan.

Senin, 15 Februari 2016

Nama Situs Belum diketahui (sementara “Prasasti Bukik Gado-Gado, Kota Padang”), Alamat BUKIT GADO–GADO satu rangkaian DENGAN GUNUNG PADANG tertelak di Nagari/kelurahan Pantai Air Manis, Mato Aia, Kecamatan Padang Selatan, Kabupaten/Kota Padang,  Orbitrasi Situs (km) Belum diketahui Keletakan Geografis Perbukitan yang terletak dekat pantai air manis.  Aksesibilitas Situs Mudah, karena terletak di pinggir jalan masuk ke pantai air manis. Bisa dengan kendaraan roda dua, roda empat, kira – kira 100 meter dari tower pemancar stasuin TV yaitu milik Indosiar.Letak Astronomis Belum diketahui namun Bukit Gado-Gado ini ternyata bersambungan dengan bukit Sentiong dimana di Bukit yang dahulu adalah tempat permakaman orang-orang China.
Deskripsi Historis Prasasti ini belum bisa dipastikan peninggalan siapa dan apa tulisan yang tertera di prasasti ini. Penemuan prasasti ini didapat dari informasi memori kolektif masyarakat, batu ini dikenal dengan batu batulis. Selain itu, batu ini untuk sementara, merupakan temuan tunggal dan belum ada artefak pendukung untuk membuat deskripsi historis. pada buku (Rusli Amran, terbitan 1981, berjudul “Plakat Panjang”) pernah juga disebutkan tentang keberadaan Prasati ini.
Deskripsi Arkeologis Secara dimensi, bagian ujung (puncak) batu tidak rata. Kondisi prasasti ini telah mengalami vandalisme, sehingga sangat sulit untuk di identifikasi tulisannya. Prasasti Terletak di Bukit gado – gado, bukit ini terletak bagian selatan-barat kota Padang. Bukit ini merupkan rangkaian dari gunung padang, yang pada masa pendudukan VOC dan Hindia-Belanda dikenal sebagai bukit Monyet (Apenberg).
Saat sekarang Bukit ini, sering di pergunakan oleh warga sekitar untuk sekedar olahraga di hari minggu atau hiking oleh Sispala yang ada di kota Padang, terutama oleh siswa di SMA 6 Padang. Sepanjang jalan setapak dari gunung padang dampai di bukit gado–gado  banyak ditemukan batu–batuan. Bebatuan ini sebelumnya tidak menjadi perhatian oleh warga sekitar, sehingga mereka tidak mengetahui secara detail akan keberadaan batu yang bertuliskan ini, karena umumnya aktivitas hanya untuk melepas penat atau sekedar menikmati pemandangan kota Padang atau dan Selat Mentawai .
Diketahuinya keberadaan Prasati ini, berdasarkan hasil laporan dari seorang warga kepada kami, untuk memverifikasi informasi tersebut kami satu tim berjumlah 6 (enam) orang berangkat untuk melihat batu tersebut. Jalan menuju ke lokasi berupa tanjakan lebih Kurang 40 derajat, jalan terbuat dari cor-coran semen, dimana permukaannya telah banyak ditumbuhi oleh lumut, dengan menggunakan motor diperlukan kehati-hatian karena licin. Untuk mencapai puncak Bukit Gado-Gado atau lokasi Tim perlu mendorong motor lebih kurang 700 M.
Sebelumnya Lahan pada kawasan Bukit Gado–Gado adalah milik warga  karena ada rencana pendirian anthena pemancar PT. TV Indosiar, maka pihak tersebut melakukan pembelian terhadap lahan warga,
Kawasan ini secara keseluruhan adalah milik dari indosiar sehingga untuk penelitian di masa mendatang  akan memerlukan izin.
Posisi Prasasti terletak sekitar 100 meter ke arah selatan dari pemancar, dengan menelusi jalan setapak kami Mensurvey batu yang dimaksud, lebih kurang 2 jam menyisir lokasi kami tidak dapat menemukannya. Setelah itu kami mengambil inisiatif untuk bertanya dimana lokasi persis batu yang bertuliskan kepada penjaga pemancar, yang kebetulan adalah masyarakat setempat. Dengan bantuan penjaga tersebut, Tim dapat menemukan batu Prasasti yang telah ditutupi semak-semak, berada di dekat sebuah pohon besar. Dilihat sepintas pada Batu Prasasti terlihat motif ukiran, setelah dibersihkan dari lumut dan kotoran terlihat motif tersebut berbentu aksara.
Doc. Aulia Rahman
Dugaan tulisan di Batu
Akan tetapi kondisi Aksara itu sulit untuk dibaca. Dalam dunia arkeologis ada beberapa faktor kondisi tersebut dapat terjadi 1. telah mengalami vandalisme. Vandalisme adalah perlakuan manusia yang mengakibatkan dampak negatif,  pelaku vandalisme tidak mau bertanggungjawab atas dampak negatif yang dilakukannya. 2. Pelapukan  oleh alam.
Untuk ukuran dan luas dari batu belum dihitung secara detail karena keterbatasan alat sehingga salah satu cara adalah dengan mendumentasikannya. Diperkirakan batu ini memiliki panjang sekitar 1.5 meter dan lebar 1 Meter, batu Prasasti tersebut tertancap ke dalam tanah, tinggi dari permukaan tanah lebih kurang sekitar 50-70 cm.
Dengan mengunakan teknis sederhana kami mencoba untuk menerka–nerka susunan aksara dan jenisnya, yang tertulis pada permukaan batu, sehingga diketahui memiliki pola tulisan dan jenis aksara. terdapat 2 (dua) aksara, Simbol dan Angka pada batu prasasti, Aksara terdiri dari Aksara Palawa., dan Aksara Modern, dan angka modern.
Diduga Prasasti “Rusli Amran. Plakat Panjang. 1981
Gambaran aksara pertama yang ada seperti aksara palawa yang terdiri dari beberapa baris, dengan kharakter banyak tautan-tautan berlekuk pada bagian atas aksara akan tetapi ini belum dapat dipastikan bahasa yang terkandung di dalamnya adalah bahasa sankserta, terdapat pada bagian puncak batu. Kemudian ada simbol pentagram (lambang segi 6), huruf dominan w dan v pada masing-masing sisi dengan penempatan secara acak. Pemilik lahan PT. Indosiar



Kota Padang sebagai kota kolonial tumbuh dan berkembang karena pengaruh penetrasi Belanda. Selain sebagai pusat administratif dan pusat kegiatan ekonomi, kota kolonial juga ditandai dengan terpusatnya bangunan-bangunan pemerintahan di sana. Mulai dari kantor residen, atau gubernur, bank, kantor polisi, kantor pos, penjara, gudang-gudang, asrama tentara, dan loji-loji dagang. Belanda tak sekedar mengendalikan wilayahnya bertempat di kawasan ini, tapi juga menjadikannya pusat kegiatan perdagangan, ekonomi, militer dan politik. Disepanjang Batang Arau terdapat kawasan pusat Pemerintahan Sumatera Barat (keletakan kantor Gouvernements van Sumatera’s Westkust dan kantor Residentie Sumatera’s Weskust). Kantor Residentie Sumatera’s Weskust pada dahulunya merupakan kawasan keletakan loji yang selain merupakan pusat kegiatan pemerintahan, juga merupakan kawasan perdagangan yang dilakukan oleh masyarakat Eropa khususnya masyarakat Belanda.
Rangkiang Budaya (RAYA) adalah komunitas yang memberikan perhatian pada Sumberdaya Budaya yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Sumberdaya Budaya berupa Cagar Budaya. Rangkiang Budaya adalah organisasi yang bergerak di bidang Sejarah maupun Peninggalan Arkeologi. Pada awalnya Rangkiang Budaya disebut dengan Forum Surau Tuo, karena ada lembaga swadaya masyarakat yang telah menggunakan nama tersebut sehingga terjadi perubahan nama organisasi.