BREAKING NEWS

Cari Blog Ini

Kamis, 03 September 2020

SERIAL BENTENG : Benteng Pulau Cingkuak

Benteng Pulau Cingkuak berada di pulau cingkuak nagari Painan Kecamatan IV Jurai Kabupaten pesisir selatan. Secara astronomis berada pada posisi 01021’10,7 LS dan  100033’32,8 BT. Pulau Cingkuak merupakan Bandar dagang berskala internasional sebagai perwakilan dagang VOC. Pulau Cingkuak adalah sebuah pulau kecil di Teluk Painan. Dalam banyak literatur sejarah Pulau Cingkuak memiliki nama lain yaitu Chinco, Poulo Chinco, Poulo Chinko (Dalam bahasa Portugis) Poeloe Tjinko, Poelau Tjingkoek, Pulu Tjinkuk (Dalam bahasa Belanda). Pulau ini pada zaman VOC menjadi lalu lintas perdaganan di Pantai Barat Sumatra yang dilansir dari vocsite.nl. Benteng ini dibangun Pada tahun 1669 sebagai Gudang. Dikutip dari atlasofmutualheritage.nl/nl/Chinco, Thomas Van Kempen, kepala dari Pantai Barat Sumatra. Dia yang menjadi pemegang buku Zacharias Bastensz Dia mengendalikan perdagangan dan dia dianggat juga sebagai Panglima yang mengendalikan Padang. dan menjabat sebagai pertukaran untuk lada. Di samping hunian Residen ada gudang untuk lada dan pakaian.

Lada diekspor dari Poulo Chinco dalam penamaan Portugis ke India oleh VOC. Pulau Cingkuak juga rumah bagi hamba–hamba dan penjaga rumah untuk tentara. Bahkan juga terdapat kebun kebun anggur. Pantai Barat Sumatra adalah pemasok utama lada. VOC didirikan sebuah pos perdagangan, tetapi kedatangan bangsa Eropa menyebabkan ketegangan dengan penduduk. sebagaimana yang dituliskan di dalam situs ww.vocsite.nl. Saat ini, Secara administratif Pulau Cingkuak berada di Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Pulau Tjinko dalam nama Belanda adalah sebuah pulau kecil di pintu masuk teluk kecil Painan. Pulau Cingkuak berada di kira–kira 1 km dari panai Cerocok Painan, Pesisir Selatan Sumaera Barat. Dari kota Padang ditempuh selama 2 jam atau lebih kurang 77 km.

VOC membangun benteng pertahanan di bukit batu di tengah–tengah Pulau yang dikelilingi oleh Tiang kayu. Pada tahun 1679 gudang batu adalah peti dibangun dan batu dinding 5 meter dan tinggi setebal 75 cm. Ada dua gerbang: di utara dan di sisi selatan, pulau ini sangat tidak sehat yang menyebabkan kematian yang tinggi antara pendudukan. Pulau Cingkuak benar–benar harus menjadi cabang utama VOC di Pantai Barat Sumatra, tetapi perusahaan akhirnya disukai Padang jauh lebih sehat. Cabang–cabang VOC di Pantai Barat Sumatra yang menyerah kepada sejumlah kapal dari East India Company selama perang Anglo–Inggris keempat (1780–1784), tetapi mereka dikembalikan ke Belanda setelah penandatanganan perdamaian. Hal yang sama terjadi pada tahun 1795–‎‎1816 Belanda kembali 1818 kembali di pulau dan dibangun kembali pos perdagangan. Pentingnya pulau semakin dibayangi oleh Padang. Reruntuhan di pulau yang saat ini merupakan daya tarik wisata penting. Tanda–tanda yang salah lagi sisa–sisa benteng Portugis dituliskan oleh atlasofmutualheritage.nl.Peninggalan-peninggalan arkeologi yang terdapat di dalam Pulau Cingkuk yaitu sisa-sisa benteng yang yang tidak utuh hanya berupa tembok pagar sebelah timur, pintu utama di bagian barat, dan dermaga di sebelah timur. Selain itu juga terdapat nisan makam dari bahan batu marmer bertuliskan bahasa Portugis dan sebuah lubang (sumuran).
Peta Pulau dan Benteng Pulau Cingkuk

Sisa-sisa tembok yang relatif masih utuh berada di sebelah timur membujur ke arah utara-selatan. Tembok sisi utara berukuran panjang 27 meter, tinggi 2,5 meter, tebal 1meter. Sedangkan pada sisi kiri (selatan) berukuran panjang 9,9 meter, tinggi 2,5 meter, dan tebal 1 meter. Pintu utama di sebelah timur berukuran lebar 3,25 meter. Tembok yang lain umumnya sudah banyak yang runtuh. Tembok-tembok tersebut sebagian besar tersusun dari batuan andesit. Pada bagian sisi selatan dan barat tidak ada bekas-bekas tembok.

Pada sebelah barat terdapat sebuah pintu gerbang yang relatif masih utuh. Pintu ini terbuat dari bata merah. Lubang pintu gerbang ini melengkukng di bagian atas, mempunyai ukuran lebar 1,58 meter, tinggi lengkung 2,8 meter, dan tebal 43cm . Pintu ini dihubungkan dengan tembok pagar keliling, tetapi yang dapat terlacak hanya sepanjang 3,8 meter.
Nisan makam berada di sisi sebelah barat dekat pitu gerbang. Nisan makam tersebut terbuat dari bahan batu marmer putih, berukuran panjang 162 cm, lebar 85 cm, tinggi 45 cm, membujur kearah utara. Pada bagian atas tengah terdapat lambang Bangsa Portugis (?). Di bawah lambang ini terdapat tulisan huruf latin berbahasa Portugis .
Pada sebelah timur keberadaan nisan marmer ini kira-kira 50 meter terdapat bekas lubang yang sudah terbuka. Berdasarkan sisa-sisanya, lubang tersebut pada bagian atas ditutup dengan bata merah yang disusun secara melengkung ke atas. Lubang tersebut berukuran panjang 1,8 meter, lebar 50 cm, dan kedalaman lubang 78 cm.


Posting Komentar